Tanaman Kopi merupakan tanaman yang sangat familiar di lahan pekarangan penduduk pedesaan di Bandung khususnya di daerah
Pasir Jambu,Ciwidey,Ranca bali dan Lebakmuncang .
Jika potensi ini bisa kita manfaatkan tidaklah sulit untuk menjadikan komoditi ini menjadi andalan di sektor perkebunan.
Hanya butuh sedikit sentuhan teknis budidaya yang tepat, niscaya harapan kita optimis menjadi kenyataan. Tanaman kopi adalah sebuah pohon yang masuk dalam keluarga Coffea. Ada lebih dari 60 varietas kopi yang berbeda, tapi yang memiliki nilai untuk diperdagangkan hanya Coffea Arabica . Kopi Arabika unggul rasanya.
Kopi Arabica adalah jenis biji tertua dan merupakan yang paling banyak dibudidayakan, akuntansi untuk 74 persen dari biji yang ditanam di dunia.Kopi Arabika tumbuh pada ketinggian antara 600 dan 1.800 meter di atas permukaan laut dan memerlukan waktu enam sampai sembilan bulan untuk menjadi biji yang matang.Biji kopi Arabika berharga lebih tinggi di pasar kopi . Kopi Arabika juga biasanya diproses secara khusus yang memakan biaya lebih tinggi.
Mengenal kopi berarti harus mengenal sejarah tentang kopi lebih dahulu, sebab sejarah merupakan catatan terpenting yang harus kita hormati. Kopi merupakan komoditi terbesar di Dunia, sebab kita mesti Bangga bahwa Indonesia merupakan Komoditi kopi terbesar no 3 di Dunia setelah Brazil dan Colombia. Dan ketiga Negara inilah yang membagi ( ekspor ) hasil kopi ke berbagai Negara- negara di belahan Dunia ini.
Istilah kopi pertama kali dikenal di Indonesia yaitu pada tahun 1696
melalui VOC Belanda dan salah satu tempat penanaman kopi pertama kali di
Indonesia seperti Bogor, Bandung (
Priangan ), Sukabumi, Banten hingga kemudian menyebar ke daerah lain seperti
Pulau Sumatera, Sulawasi, Bali dan Timor. Tak lama setelah itu, kopi menjadi
komoditi dagang yang sangat diandalkan VOC. Ekspor kopi pertama dilakukan tahun
1711 oleh VOC, dan dalam tempo 10 tahun ekspor meningkat sampai 60 ton/tahun.
Karenanya, Hindia Belanda menjadi tempat perkebunan pertama di luar Arabia dan
Ethiopia yang membuat VOC memonopoli perdagangan kopi ini dari tahun 1725
sampai 1780.
Pada tahun 1994 komoditi kopi di
Bandung mulai di tumbuh kembangkan oleh Bpk. Ir. Nana Hibarna dengan cara mengirim
bibit dari Aceh ketika masih aktif di
Dinas Pertanian Aceh, beliau mengirim bibit untuk ditanam pertama kali di
daerah pangalengan, bibit tersebut dibagikan secara gratis kepada masyarakat
untuk mulai ditanami Kopi, awalnya banyak masyarakat yang tidak mau menanam
karena mengingatkan saat penjajahan Belanda di Indonesia. Dilemma ketakutan
inilah yang
menjadi tantangan besar bagi pembawa
budidaya kopi di Bandung, sehingga harus merobah Paradigma masyarakat terlebih
dahulu sebelum budidaya kopi di tumbuh kembangkan secara menyeluruh di
Bandung.
a. PRODUKSI KOPI
Kopi merupakan salah satu komoditi
yang banyak dibudidayakan di kawasan tropik di benua Afrika, Amerika Tengah dan
Selatan, serta di Asia Pasifik. Jenis kopi yang dikenal di pasar internasional
adalah :
(1) Kopi Arabika yang sebagian besar dihasilkan
di Colombia, Brasil dan Indonesia; dan
(2) Kopi Robusta yang banyak dihasilkan di
Afrika dan Asia Pasifik.
Dari jenis kopi yang diproduksi, kopi
Arabika merupakan bagian terbesar ( sekitar 70%) dari total produksi dan 30%
sisanya adalah kopi Robusta. Trend produksi kopi dunia cenderung mengalami
kenaikan. Produksi tertinggi terjadi pada tahun 1991/92, yaitu lebih kurang 6
juta ton. Rata-rata produksi kopi dunia adalah 5,6 juta ton per tahun.
Negara produsen kopi terbesar adalah
Brasil dengan produksi rata-rata 1,6 juta ton per tahun, Colombia dengan
produksi rata-rata 800 ribu ton per tahun dan Indonesia pada urutan ketiga
produsen kopi dunia, dengan produksi rata-rata 500 ribu ton per tahun.
Komodity kopi adalah komodity yang
merupakan salah satu kebutuhan perdagangan ekspor pasar internasional, di
Indonesia sendiri merupakan produk kopi terbesar no 3 di Dunia, sedangkan dalam
perdagangan ekspor, kopi merupakan ekspor terbesar No 2 di Indonesia setelah
minyak bumi.
b. Budi Daya Kopi
Kopi Arabika (Coffea arabica) merupakan
salah satu tanaman perkebunan yang menjadi produk ekspor unggulan di
Indonesia. Harga kopi arabika lebih mahal dibandingkan dengan kopi robusta
karena adanya cita rasa khas.
Kopi arabika
memiliki persyaratan tumbuh sbb:
-Ketinggian 600 – 1800 m dpl dengan kisaran optimum 900 – 1100 m dpl. Batas terendah ketinggian tempat untuk pertumbuhannya dibatasi oleh ketahanannya terhadap penyakit karat daun (Hemileia vastatrix) dan batas ketinggian tempat tertinggi dibatasi adanya frost (suhu sangat rendah).
-Iklim memiliki batas yang tegas antara musim kering dan penghujan atau Iklim C – D menurut Schmidt dan Fergusson dengan curah hujan 1.000–2.000 mm/tahun dengan 3–5 bulan kering.
- Dapat tumbuh dengan baik pada tanah dengan tekstur geluh pasiran dan kaya bahan organik, terutama pada daerah dekat permukaan tanah.
-Produksi tanaman dapat stabil bila tersedia sarana pengairan dan atau pohon pelindung.
-Sifat kimia tanah umumnya menghendaki pH agak masam yaitu 5,5 – 6,5.
-Ketinggian 600 – 1800 m dpl dengan kisaran optimum 900 – 1100 m dpl. Batas terendah ketinggian tempat untuk pertumbuhannya dibatasi oleh ketahanannya terhadap penyakit karat daun (Hemileia vastatrix) dan batas ketinggian tempat tertinggi dibatasi adanya frost (suhu sangat rendah).
-Iklim memiliki batas yang tegas antara musim kering dan penghujan atau Iklim C – D menurut Schmidt dan Fergusson dengan curah hujan 1.000–2.000 mm/tahun dengan 3–5 bulan kering.
- Dapat tumbuh dengan baik pada tanah dengan tekstur geluh pasiran dan kaya bahan organik, terutama pada daerah dekat permukaan tanah.
-Produksi tanaman dapat stabil bila tersedia sarana pengairan dan atau pohon pelindung.
-Sifat kimia tanah umumnya menghendaki pH agak masam yaitu 5,5 – 6,5.
Ciwidey dan sekitarnya merupakan
lahan subur untuk penanaman kopi tumbuh dengan penanaman area 1100 m dari
permukaan laut dengan suhu cuaca rata-rata 4-5 bulan masa kering serta dengan
Tahapan pekerjaan dalam budidaya Kopi Arabika meliputi persiapan lahan,
pembibitan, perawatan, pengolahan serta tempat penyimpanan yang layak dan
standart, semua itu sudah terjalin sejak lama dalam pembinaan komoditi kopi
Bandung.
Adapun Daftar Harga Penjualan Saat ini Yaitu :
-Ceri Rp 8.000,-/kg
-Gabah Rp32.500,-/kg
-Beras Rp62.500,-/kg
Harga ini sewaktu waktu bisa berubah.
Adapun Daftar Harga Penjualan Saat ini Yaitu :
-Ceri Rp 8.000,-/kg
-Gabah Rp32.500,-/kg
-Beras Rp62.500,-/kg
Harga ini sewaktu waktu bisa berubah.