Sabtu, 10 Mei 2014

ARABICA COFFEA


Tanaman  Kopi  merupakan  tanaman  yang  sangat  familiar  di lahan  pekarangan  penduduk  pedesaan di Bandung  khususnya  di daerah
Pasir Jambu,Ciwidey,Ranca bali dan Lebakmuncang .
Jika potensi ini bisa kita manfaatkan tidaklah sulit untuk menjadikan komoditi ini menjadi andalan di sektor perkebunan.
Hanya butuh sedikit sentuhan teknis budidaya yang tepat, niscaya harapan kita optimis menjadi kenyataan. Tanaman kopi adalah sebuah pohon yang masuk dalam keluarga Coffea. Ada lebih dari 60 varietas kopi yang berbeda, tapi yang memiliki nilai untuk diperdagangkan hanya  Coffea Arabica . Kopi Arabika unggul rasanya.
Kopi Arabica adalah jenis biji tertua dan merupakan yang paling banyak dibudidayakan, akuntansi untuk 74 persen dari biji yang ditanam di dunia.Kopi Arabika tumbuh pada ketinggian antara 600 dan 1.800 meter di atas permukaan laut dan memerlukan waktu enam sampai sembilan bulan untuk menjadi biji yang matang.Biji kopi Arabika berharga lebih tinggi di pasar kopi  . Kopi Arabika juga biasanya diproses secara khusus yang memakan biaya lebih tinggi.


Mengenal kopi berarti harus mengenal sejarah tentang kopi lebih dahulu, sebab sejarah merupakan catatan terpenting yang harus kita hormati. Kopi  merupakan komoditi terbesar di Dunia, sebab kita mesti Bangga bahwa Indonesia merupakan Komoditi kopi terbesar no 3 di Dunia setelah Brazil dan Colombia. Dan ketiga Negara inilah yang membagi ( ekspor ) hasil kopi ke berbagai Negara- negara di belahan Dunia ini.

Istilah kopi pertama kali dikenal di Indonesia yaitu pada tahun 1696 melalui VOC Belanda dan  salah satu tempat penanaman kopi pertama kali di Indonesia seperti Bogor,  Bandung ( Priangan ), Sukabumi, Banten hingga kemudian menyebar ke daerah lain seperti Pulau Sumatera, Sulawasi, Bali dan Timor. Tak lama setelah itu, kopi menjadi komoditi dagang yang sangat diandalkan VOC. Ekspor kopi pertama dilakukan tahun 1711 oleh VOC, dan dalam tempo 10 tahun ekspor meningkat sampai 60 ton/tahun. Karenanya, Hindia Belanda menjadi tempat perkebunan pertama di luar Arabia dan Ethiopia yang membuat VOC memonopoli perdagangan kopi ini dari tahun 1725 sampai 1780.

Pada tahun 1994 komoditi kopi di Bandung mulai di tumbuh kembangkan oleh Bpk. Ir. Nana Hibarna dengan cara mengirim bibit  dari Aceh ketika masih aktif di Dinas Pertanian Aceh, beliau mengirim bibit untuk ditanam pertama kali di daerah pangalengan, bibit tersebut dibagikan secara gratis kepada masyarakat untuk mulai ditanami Kopi, awalnya banyak masyarakat yang tidak mau menanam karena mengingatkan saat penjajahan Belanda di Indonesia. Dilemma ketakutan inilah yang
menjadi tantangan besar bagi pembawa budidaya kopi di Bandung, sehingga harus merobah Paradigma masyarakat terlebih dahulu sebelum budidaya kopi di tumbuh kembangkan secara menyeluruh di Bandung. 

      a.    PRODUKSI KOPI         
     
Kopi merupakan salah satu komoditi yang banyak dibudidayakan di kawasan tropik di benua Afrika, Amerika Tengah dan Selatan, serta di Asia Pasifik. Jenis kopi yang dikenal di pasar internasional adalah :
(1)     Kopi Arabika yang sebagian besar dihasilkan di Colombia, Brasil dan Indonesia; dan
(2)     Kopi Robusta yang banyak dihasilkan di Afrika dan Asia Pasifik.
Dari jenis kopi yang diproduksi, kopi Arabika merupakan bagian terbesar ( sekitar 70%) dari total produksi dan 30% sisanya adalah kopi Robusta. Trend produksi kopi dunia cenderung mengalami kenaikan. Produksi tertinggi terjadi pada tahun 1991/92, yaitu lebih kurang 6 juta ton. Rata-rata produksi kopi dunia adalah 5,6 juta ton per tahun.
Negara produsen kopi terbesar adalah Brasil dengan produksi rata-rata 1,6 juta ton per tahun, Colombia dengan produksi rata-rata 800 ribu ton per tahun dan Indonesia pada urutan ketiga produsen kopi dunia, dengan produksi rata-rata 500 ribu ton per tahun.
Komodity kopi adalah komodity yang merupakan salah satu kebutuhan perdagangan ekspor pasar internasional, di Indonesia sendiri merupakan produk kopi terbesar no 3 di Dunia, sedangkan dalam perdagangan ekspor, kopi merupakan ekspor terbesar No 2 di Indonesia setelah minyak bumi.

      b.    Budi Daya Kopi

Kopi Arabika (Coffea arabica) merupakan salah satu tanaman perkebunan yang menjadi produk ekspor unggulan  di Indonesia. Harga kopi arabika lebih mahal dibandingkan dengan kopi robusta karena adanya cita rasa khas.  
Kopi arabika memiliki persyaratan tumbuh sbb: 
-Ketinggian 600 – 1800 m  dpl dengan kisaran optimum 900 – 1100 m dpl. Batas terendah  ketinggian tempat untuk pertumbuhannya dibatasi oleh ketahanannya terhadap penyakit karat daun (Hemileia vastatrix) dan batas ketinggian tempat tertinggi dibatasi adanya frost (suhu sangat rendah).
-Iklim memiliki batas yang tegas antara musim kering  dan penghujan atau Iklim C – D menurut Schmidt dan Fergusson dengan curah hujan  1.000–2.000 mm/tahun dengan 3–5 bulan kering. 
- Dapat tumbuh dengan baik pada tanah dengan tekstur geluh pasiran dan kaya bahan organik, terutama pada daerah dekat permukaan tanah.
-Produksi tanaman dapat stabil bila tersedia sarana pengairan dan atau pohon pelindung.
-Sifat kimia tanah umumnya menghendaki pH agak masam yaitu 5,5 – 6,5.
Ciwidey dan sekitarnya merupakan lahan subur untuk penanaman kopi tumbuh dengan penanaman area 1100 m dari permukaan laut dengan suhu cuaca rata-rata 4-5 bulan masa kering serta dengan Tahapan pekerjaan dalam budidaya Kopi Arabika meliputi persiapan lahan,  pembibitan, perawatan, pengolahan serta tempat penyimpanan yang layak dan standart, semua itu sudah terjalin sejak lama dalam pembinaan komoditi kopi Bandung.
 Adapun Daftar Harga Penjualan Saat ini Yaitu :
-Ceri                  Rp  8.000,-/kg
-Gabah               Rp32.500,-/kg
-Beras                Rp62.500,-/kg
Harga ini sewaktu waktu bisa berubah.

4 komentar: